The more attempts by the authorities and those walking in the corridors of power to repress the walk, the more publicity it receives.
Frankly, not being a member nor associate of any political parties in existence makes me apolitical.
But they've crossed the line, as for me, personally, when our National Laureate was hauled up for questioning.
This post in in Malay in honor of our National Laureate, A. Samad Said
Unggun Bersih
Semakin lara kita didera bara—
kita laungkan juga pesan merdeka:
Demokrasi sebenderang mentari
sehasrat hajat semurni harga diri.
kita laungkan juga pesan merdeka:
Demokrasi sebenderang mentari
sehasrat hajat semurni harga diri.
Lama resah kita—demokrasi luka;
lama duka kita—demokrasi lara.
Demokrasi yang angkuh, kita cemuhi;
suara bebas yang utuh, kita idami!
lama duka kita—demokrasi lara.
Demokrasi yang angkuh, kita cemuhi;
suara bebas yang utuh, kita idami!
Dua abad lalu Sam Adams berseru:
(di Boston dijirus teh ke laut biru):
Tak diperlu gempita sorak yang gebu,
diperlu hanya unggun api yang syahdu.
(di Boston dijirus teh ke laut biru):
Tak diperlu gempita sorak yang gebu,
diperlu hanya unggun api yang syahdu.
Kini menyalalah unggun sakti itu;
kini merebaklah nyala unggun itu.
24—25, 6.11. A. SAMAD SAIDkini merebaklah nyala unggun itu.
God Bless Pak Samad!
No comments:
Post a Comment